Tuesday, September 6, 2016

Bagaimana mensikapi anggota team yang merasa senior?

Dalam lingkungan kerja, terkadang kita mengalami kendala dengan anggota team yang merasa senior, baik dari masa kerja dan usia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang manager dalam menyikapi anggota teamnya tersebut.

Apabila salah dalam mengambil sikap dan tindakan, tentunya akan menjadikan kinerja dari team tersebut tidak maksimal dan mungkin cenderung tidak kondusif.

Terus bagaimana pendekatan apa yang harus diambil apabila menghadapi kondisi seperti itu?

1. Pendekatan Psikologis:

    - Sebagai seorang manager kita harus dapat memahami kondisi seperti ini, seseorang akan merasa  bahwa kedatangan kita menjadikan peluang mereka untuk promosi tertutup. Semula mereka berharap bahwa merekalah yang akan menduduki posisi manager, karena dilihat dari masa kerja dan usia. Tetapi terkadang mereka tidak sadar bahwa organisasi tidak hanya melihat  masa kerja atau usia seseorang saja, tetapi kemampuan dan pengalaman seseorang dalam mengemban tugas yang diberikan. Dalam posisi seperti ini seorang manager harus melakukan pendekatan humanis, merangkul dan nguwongke mereka. Seperti lagunya Ari Lasso, sentuhlah mereka dihatinya. Ajak mereka diskusi mengenai kondisi yang ada saat ini. Memang terkadang hal ini akan memakan waktu karena terkadang kita akan menemui karakter orang yang sedikit susah. untuk kondisi seperti itu, kita harus tetap tahan emosi dan berfikir jernih serta bijak, kita tetap lakukan pendekatan mengenai perkerjaan yang sedang kita hadapi.

2. Pendekatan secara organisasi.

    - Pendekatan secara organisasi kita ambil apabila secara psikologi tidak bisa kita lakukan, dikarenakan karakter dari member tersebut. Pendekatan organisasi ini maksudnya adalah, apabila kita rasakan bahwa member tersebut sangat menggangu keharmonisan dan kinerja team. maka kita sebagai seorang manager harus mengambil sikap dengan mengajukan ke Manajemen untuk kita keluarkan dari team yang kita pimpin. Tentunya dengan dukungan data-data yang objektif.

3. Show your power.

    - Disini tidak bermaksud kita harus berlaku sombong dan angkuh dengan  memperlihatkan siapa kita. Bukan itu, tetapi lebih ke memperlihatkan kemampuan kita bagaimana kita sebagai seorang manager menyelesaikan masalah yang ada. Berkomunikasi dan bekerja sama dengan bagian-bagian lain dalam menyelesaikan sebuah masalah. Pencapaian-pencapaian seperti ini akan membuat anggota team yang awalnya underestimate terhadap kita, perlahan akan berkurang kalau tidak bisa dikatakan hilang.

Dari ketiga pendekatan tersebut diatas, bahwa skill, kemampuan dan kematangan seorang manager diuji disini. dan hal ini merupakan tantangan yang sangat menarik untuk ditaklukan. Kita harus ingat untuk menuju puncak, harus lah bekerja keras dan menapaki anak tangga step by step tidak bisa langsung meloncat ke puncak.


Karawang, 05 Sept 2016


Wendi Irawan