Thursday, October 6, 2016

Jangan menangis karena dapat nilai test yang rendah Kak

Kemarin pagi istriku laporan, "Tadi pulang sekolah si kakak nangis," Lho kenapa ? apa di isengin teman-temanya? tanyaku. " Awalnya memang aku pikir seperti itu , jawab istriku, tetapi ternyata si kakak nangis karena terima hasil test matematikanya hanya dapat nilai 73 dari nilai 100 yang seharusnya.

Malamnya saat pulang kerja, langsung aku telpon si kakak, aku tanya kenapa kok tadi pulang sekolah nangis? " Iya yah, tadi kakak test matematikanya hanya dapat nilai 73" dan ini berarti harus remidi karena memang standar nilai di sekolah anak-anakku nilai dibawah 75 harus remidi dan ikut test ulang. Terus aku tanya lagi,: terus kenapa kakak nangis? " Takut sama bunda dan ayah , karena harus ikut test ulang lagi", jawab si kakak.

Ucapan itu, langsung membuatku terdiam, dan tanpa sadar ada rasa sedih, apakah anak-anakku merasa terbebani selama ini? ataukah memang tanpa kami sadari masih suka menitipkan ego kami kepada anak-anakku atas nama biar jadi anak-anak yang pintar dan mendapatkan pendidikan yang baik, dan nanti besarnya bisa mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak.

"Yah, kok telpon cuma diam saja?" terdengar suara si kakak diseberang sana. Eh...iya kak, jawabku....
Kak, kalau kakak dapat nilai jelek dan harus remidi, tidak usah sedih dan nangis, tidak perlu takut sama bunda dan ayah, karena kami tidak akan marah. Kak, kalau kakak dapat nilai jelek, itu berarti kakak harus lebih giat belajar lagi, lebih teliti lagi, dan nanti pasti kakak akan bisa kok dapat nilai bagus lagi.

Kak, ayah-bunda, tidak bermaksud untuk membuat kakak harus dapat nilai 100 terus disetiap ulangan. Ayah-bunda menyekolahkan kakak dan adik itu, agar kakak dan adik belajar menyerap ilmu kehidupan ini. Dengan kakak dan adik dapat bermain bersama-sama teman-teman yang lain, dapat  petuah dari yanda dan bunda di sekolah, mengenai ilmu agama, ilmu pengetahuan, etika dan akhlak yang kami tidak bisa ajarkan ke kakak dan adik dirumah. Itu sebenarnya tujuan kakak dan adik sekolah, bukan harus dapat nilai 100 disetiap test tetapi cukuplah kakak dan adik memahami dan mengerti bahwa kita tidak harus selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, terkadang kita memang harus merasakan kegagalan, merasakan kesudahan, tetapi proses-proses seperti itu akan menempa kakak dan adik menghadapi kehidupan ini nantinya.

Kak, terakhir kali ayah dan bunda pesan, ujian utama itu adalah nanti disaat kakak dan adik sudah dewasa, dan sudah membangun kehidupan sendiri nantinya. Disaat itulah nanti kakak dan adik akan mengerti.

Kak, jadilah selalu orang yang optimis yang dapat melihat dan menciptakan cahaya, walaupun dalam kegelapan, dan janganlah menjadi orang yang pesimis yang malah berusaha mematikan kerlipnya cahaya. Tetapi jadilah cahaya yang menerangi kelam hati ini.

Disaat nanti tiba, ayah dan bunda sudah tiada, jadilah sebagai sumber amalan-amalan buat kami disana nanti.

Karawang, 07 Okt 2016





Tuesday, September 6, 2016

Bagaimana mensikapi anggota team yang merasa senior?

Dalam lingkungan kerja, terkadang kita mengalami kendala dengan anggota team yang merasa senior, baik dari masa kerja dan usia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang manager dalam menyikapi anggota teamnya tersebut.

Apabila salah dalam mengambil sikap dan tindakan, tentunya akan menjadikan kinerja dari team tersebut tidak maksimal dan mungkin cenderung tidak kondusif.

Terus bagaimana pendekatan apa yang harus diambil apabila menghadapi kondisi seperti itu?

1. Pendekatan Psikologis:

    - Sebagai seorang manager kita harus dapat memahami kondisi seperti ini, seseorang akan merasa  bahwa kedatangan kita menjadikan peluang mereka untuk promosi tertutup. Semula mereka berharap bahwa merekalah yang akan menduduki posisi manager, karena dilihat dari masa kerja dan usia. Tetapi terkadang mereka tidak sadar bahwa organisasi tidak hanya melihat  masa kerja atau usia seseorang saja, tetapi kemampuan dan pengalaman seseorang dalam mengemban tugas yang diberikan. Dalam posisi seperti ini seorang manager harus melakukan pendekatan humanis, merangkul dan nguwongke mereka. Seperti lagunya Ari Lasso, sentuhlah mereka dihatinya. Ajak mereka diskusi mengenai kondisi yang ada saat ini. Memang terkadang hal ini akan memakan waktu karena terkadang kita akan menemui karakter orang yang sedikit susah. untuk kondisi seperti itu, kita harus tetap tahan emosi dan berfikir jernih serta bijak, kita tetap lakukan pendekatan mengenai perkerjaan yang sedang kita hadapi.

2. Pendekatan secara organisasi.

    - Pendekatan secara organisasi kita ambil apabila secara psikologi tidak bisa kita lakukan, dikarenakan karakter dari member tersebut. Pendekatan organisasi ini maksudnya adalah, apabila kita rasakan bahwa member tersebut sangat menggangu keharmonisan dan kinerja team. maka kita sebagai seorang manager harus mengambil sikap dengan mengajukan ke Manajemen untuk kita keluarkan dari team yang kita pimpin. Tentunya dengan dukungan data-data yang objektif.

3. Show your power.

    - Disini tidak bermaksud kita harus berlaku sombong dan angkuh dengan  memperlihatkan siapa kita. Bukan itu, tetapi lebih ke memperlihatkan kemampuan kita bagaimana kita sebagai seorang manager menyelesaikan masalah yang ada. Berkomunikasi dan bekerja sama dengan bagian-bagian lain dalam menyelesaikan sebuah masalah. Pencapaian-pencapaian seperti ini akan membuat anggota team yang awalnya underestimate terhadap kita, perlahan akan berkurang kalau tidak bisa dikatakan hilang.

Dari ketiga pendekatan tersebut diatas, bahwa skill, kemampuan dan kematangan seorang manager diuji disini. dan hal ini merupakan tantangan yang sangat menarik untuk ditaklukan. Kita harus ingat untuk menuju puncak, harus lah bekerja keras dan menapaki anak tangga step by step tidak bisa langsung meloncat ke puncak.


Karawang, 05 Sept 2016


Wendi Irawan













Thursday, July 21, 2016

Satu lagi mobil China mencoba keberuntungannya di Indonesia

Daya tarik demografi dari negara kita, sekali lagi menjadi daya tarik bagi produsen dari negeri tirai bambu tempat asalnya Po si jangoan si film kungfu Panda.
Dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara merupakan pasar yang sangat potensial. Laksana bunga desa, pasar Indonesia sangat menarik untuk diperebutkan. Termasuk pasar otomotifnya.

Salah satunya adalah merek mobil dari China, mencoba keberuntungannya di Indonesia. PT.SGMW Motor Indonesia (SAIC General Motor Wuling ), memutuskan serius masuk pasar otomotif nasional 2017 dengan MPV murah.
 ( Wuling Hongguang S1)

(Baojun 730)
 
Belajar dari kegagalan merek-merek mobil China terdahulu, PT. SGMW Motor Indonesia menyiapkan strategi:
 
1. Penyiapkan aspek pelayanan purna jual.
2. Penyiapkan jaringan service.
3. Menjamin ketersediaan suku cadang. serta
4. Mempersiapkan sistem pembiayaan melalui kredit.
 
Untuk mendukung semua itu, Pabrik  seluas 60 hektar di Kawasan Industri GIIC Cikarang-Jawa Barat sudah dipersiapkan dengan total investasi 700 juta US Dolar.
 
Mengutip pernyataan dari Presiden Direktur SGMW Motor Indonesia Xu-Feiyun, bahwa perusahaan berkomitmen untuk membangun paling tidak 50 dealer resmi hingga 2017 di seluruh Indonesia. 
Jaringan rantai pasok, sistem penjualan serta komitmen bisnis jangka panjang juga menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan agar dapat merebut hati konsumen nasional.
 
Kita tunggu saja, apakah kali ini mobil China akan beruntung? atau menyusul merek-merek yang terdahulu.

Cikarang,
21.07.2016

Wendi
 


 

Akankah Duo Toyota-Daihatsu menggoyah dominasi Datsun Go+ Panca

Melihat kesuksesan dari Datsun Go+ Panca dipasaran, rupanya membuat Toyota-Daihatsu tidak tinggal diam.Datsun membukukan angka penjualan di tahun 2014 (17,344 unit), 2015 (29,358 unit ) dalam kondisi market otomotif yang sedang lesu. Tahun 2016 ini bahkan Datsun menargetkan akan merebut 20% dari market share LCGC.

Toyota yang sudah sekian lama menjadi pemain utama industri otomotif di Indonesia, rupanya tidak ingin terlalu lama membiarkan Datsun menguasai pasar tanpa lawan sama sekali. Sepertinya Toyota tidak ingin lagi memberikan kesempatan kepada penantangnya tersebut, sehingga mereka segera meluncurkan produk yang akan menghadang laju Datsun Go+ dipasar.

Duo Toyota-Daihatsu ini adalah , Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, yang platformnya diambil dari duo LCGC model mereka yang sudah dulu diluncurkan, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla.

  ( Toyota Calya)
(Daihatsu Sigra)

Keduanya akan menggunakan mesin tipe 3NR-FE DOHC 1,2 liter, 3 cylinder dengan teknologi dual VVT-i.
 
 (Comparasi antara Calya/Sigra dan GO+Panca) 

Mengenai harga menurut informasi yang penulis terima Daihatsu Sigra akan dijual dengan harga termurah Rp.120 juta sedangkan Toyota Calya akan dijual dengan harga termurah Rp.129 jutaan.

Dengan kehadiran dua Toyota-Daihatsu ini, kompetisi dari kelas LCGC ini, tentunya akan bertambah seru, dengan begitu dari sisi konsumen akan lebih diuntungkan dengan bertambahnya pilihan.
Kita lihat saja beberapa bulan kedepan apakah duo Toyota-Daihatsu ini akan dapat mengkudeta tahta Datsun GO+ dari singgasananya saat ini.

Cikarang,
21.07.2016

Wendi









Tuesday, July 19, 2016

Tahu Bulat Hangat-Hangat


Hari itu sepulang dari rumah om di cibubur mampir dulu ke Alfa Midi didekat rumah. Suasana hujan baru saja berhenti. Sambil menunggu bundanya anak-anak belanja.Iseng beli tahu bulat ahhh buat camilan dirumah nanti.

Mang, beli tahunya yang rasa original, asin dan pedes ya masing-masing sepuluh ribu. Sambil nungguin mamangnya goreng tahu, iseng aku tanya kedia, Mang..tiap hari bawa berapa butir tahu? tanyaku. Setiap hari paling bawa tiga ribu butir tahu. Trus itu habis semuanya? Alhamdulillah selalu habis sih pak, jualan dari jam 3 sore sampai jam 10 malam. Trus itu tahu mentahnya dapat dari mana? Ooooo itu ada yang supply dari Tasik, biasanya pagi saya sms minta dikirim berapa, trus sore sekitar jam 3 an sampai di terminal Bekasi pakai pengiriman Bus Budiman, gak bawa punya saya saja sih, itu bawa banyak buat pesenan yang lain juga. Wah menarik juga nich kau pikir, lha mang kalau bawa tiga ribu butir itu kalau habis semua untung berapa ya? Kalau habis semua sih bisa untung 500 ribu sampai 600 ribu pak. itu sudah dikurangi biaya-biaya setoran ke pemilik. Wah mang lumayan juga ya..kalau sehari bisa untung segitu? jadi kalau sebulan Rp.500.000 x 22 hari saja = Rp.11.000.000 ( gaji junior manager sebulan tuh), ha ha ha ha ha......

Ah gak mesti juga sih pak, itu kalau ramai seperti bulan Ramadhan ini bisa segitu untungnya, karena selalu habis. tatpi kalau hari-hari biasa paling apes dapat Rp.150,000 an, Ah mang tapi lumayan juga tuh sebulan bisa ngantongin Rp.3,300000 kalau dihitung 22 hari saja. sudah UMR Bekasi tuh mang. Sementara jam kerjanya Jam 3 sore sampai jam 10 malam..... Iya Alhamdulilah pak, bisa buat ditabung juga. Ini pak tahu bulat pesanannya. Ok mang, terima kasih ya buat obrolannya. 
Aku segera beranjak kemobil, soalnya istriku sudah selesai belanjanya. Aku berfikir pintar juga nich pencipta tahu bulat, dia bisa membuat value tambahan dari tahu, selama ini kita hanya menjumpai tahu goreng itu adalah tahu isi, tahu sumedang saja yang biasanya dijual di penjual gorengan, tetapi dengan sedikit inovasi dari pembuatnya tahu sedikit diolah menjadi tahu bulat. Bahkan ada Gamenya juga aku dengar dari anak-anaku. Angkat jempol buat sang innovator. Salut, menciptakan defrensiasi produk untuk merebut pasar yang ada.

...Tahu bulat.......di goreng dadakan...lima ratusan...hangat-hangat.......

Cikarang
19.07.2016

Wendi











Wednesday, July 13, 2016

Kembali beraktivitas setelah liburan

Kembali kerutinitas awal, setelah 1 minggu lebih libur lebaran. Banyak sudah cerita yang dialami selama masa liburan ini. Dari kondisi bermacet-macet ria dijalan saat mudik, terjebak lebih dari 36 jam perjalanan dari Bekasi-Solo menjadi cerita seru yang tidak akan terlupakan.Tetapi kondisi tersebut terbayar sudah degan seusana berkumpul keluarga dan sanak saudara serta handai taulan dikampung halaman. Dapat Sholat ied bersama keluarga, sungkem dengan kedua orang tua serta serta tentunya tidak lupa sambil menyantap hidangan khas lebaran, ketupat opor, sambal goreng ati, tape ketan dan banyak lagi.
Suasana lebaran juga tidak bisa dilepaskan dengan acara ketemu teman-teman sekolah, mengenang saat masih masih culun dulu.
Ah tanpa terasa 1 minggu berlalu, saatnya kembali ke rutinintas awal, kembali kesuasana sehari-hari, bertemu dengan kemacetan ibu kota, hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, serta kesibukan pekerjaan. Padahal suasana liburan masih terbawa, rasanya masih pengin libur. (maunya sih).
Ah sudahlah, memang sudah saatnya harus bekerja kembali, tetapi tentunya dengan kondisi dan semangat yang baru. Tidak lupa saya mengucapkan:
" Selamat hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H: Taqoballah minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan dan kekhilafan".
Semoga kita dipertemukan kembali di Idul Fitri tahun depan. Amin.

Cikarang,
13.07.2016
Wendi




 




Thursday, June 30, 2016

Mudik sebuah tradisi yang selalu ditunggu setiap tahun

Mudik sebuah tradisi tahunan yang ada dimasyarakat kita. Jutaan orang akan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman agar mereka bisa kumpul bersama keluarga merayakan lebaran.


Semua orang rela bermacet-macet ria, bagi pemudik yang akan pulang menggunakan kendaraan pribadi. Dan bagi yang akan menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang, sudah harus mulai mencari tiket diawal-awal puasa.
 
Persiapan mudik tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja, tetapi pemerintah juga turut serta dalam mempersiapan sarana dan infrastruktur yang akan digunakan. Jalan-jalan diperbaiki, publik transporatsi di cek kelayakannya. Tidak itu saja, prasarana pendukung lainnya juga mulai gencar melakukan promosi, seperti provider komunikasi banyak menawarkan paket-paket untuk mendukung komunikasi selama acara mudik berlangsung. Pokoknya semua pihak akan bahu-membahu mensukseskan tradisi mudik tahunan ini.

Dalam tradisi mudik , ada pesan yang tersirat didalamnya, bukan hanya masalah kemacetan, antrian panjang dan membludaknya pengunjung pasar dan mall yang ada.  Tetapi ada 3 pesan yang dapat kita ambil, yaitu:
  1. Mudik sebagai sebuah proses kembalinya seseorang yang selama ini  hidup dalam hiruk-pikuk kehidupan kota yang keras, kembali ke kehidupan kampung yang lebih bersahabat dan alami.
  2. Silaturahmi, yang merupakan sebuah rangkaian kegiatan dari kegiatan lebaran yang tidak dapat kita pisahkan. Dalam moment ini, kita akan melihat anak yang hilang bersimpuh dan sujud kepada kedua orang tuanya serasa memohon maaf atas segala kesalahan yang ada, suami-istri yang mungkin selama ini terpisah karena sesuatu dan lain hal, kan kembali menemukan jalinan kasih yang sempat renggang. Keluarga, tetangga dan teman-teman kerja, bersalaman dan bermaaf-maafpan setelah setahun tanpa kita sadari telah berkompetisi atau bahkan tidak bertegur sapa satu sama lain hanya karena hal-hal yang sepele. Moment lebaran ini memang sangat tepat untuk mempebaiki semuanya.
  3. Ziarah. mengunjungi makam orang tua, mendoakannya, serta sebagai bahan renungan tentang kejadian-kejadian yang sudah terjadi selama ini. 
 
 
Jadi, untuk alasan itu semua, mudiklah, hati-hati dijalan, dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan.


Cikarang, 
30.06.2016

Wendi




 
 




Wednesday, June 29, 2016

Jadilah Kutu Loncat Kalau Mau Karir Menanjak


Dasar Kutu Loncat, begitu teman-temanku menjulukiku, saat aku bilang, bahwa bulan depan pindah kerja lagi. 

Sebagian dari mereka bilang, sudahlah, bersyukur dengan kerjaan yang ada sekarang, dimana-mana perusahaan sama saja. ada kelebihan dan kekurangannya.

Mendengar hal tersebut, aku hanya tersenyum, hal sangat aneh kalau pindah kerja dibilang tidak bersyukur? padahal mereka tidak tahu alasan yang menjadi pertimbanganku dalam menentukan keputusan ini.

Memang, banyak orang beranggapan kalau bekerja itu harus tidak pindah-pindah, karena bagaimana kita akan dapat menduduki posisi yang penting, kalau selalu berpindah-pindah bekerja. Itu memang bukan anggapan yang keliru, banyak contohnya disekeliling kita.

Tetapi kutu loncat juga tidak salah, banyak contoh karir seseorang, meroket cepat saat pindah kerja.
Jadi menjadi seorang kutu loncat bukannya suatu kesalahan, karena dengan kita pindah kerja, kita akan mendapatkan lingkungan yang baru, teman baru, tantangan baru serta tentunya gaji yang baru heehee....
Lingkungan baru akan melatih itu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda, dan akan menjadikan kita semakin kuat menghadapi tekanan yang ada.
Dengan tantangan baru, akan menjadikan kita memiliki pengalaman menyelesaikan beragam persoalan yang ada, yang akan berguna dalam penyelesaikan pekerjaan kita.Teman baru, berarti bertambah pula jaringan atau network yang kita punyai.

Diatas adalah salah satu alasan yang aku ambil, kenapa memutuskan pindah ketempat yang baru. Tapi tentunya sebelum keputusan diambil, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal dibawah ini.
  1. Apakah tempat yang baru memberikan kesempatan bagi kita untuk peningkatan karir kita dikemudian hari?
  2. Apakah kita memiliki skill dan pengetahuan dalam pekerjaan baru yang ditawarkan?
  3. Apakah perusahaan yang baru, memiliki prospek yang bagus dikemudian hari?
  4. Tentunya fasilitas yang ditawarkan harus lebih baik dari yang kita terima sekarang.
Jadi saat kita memutuskan pindah kerja, bukan berdasarkan emosi karena kita tidak nyaman bekerja diperusahaan sekarang. Tetapi karena saat ini kita rasakan bahwa lingkungan yang ada sudah tidak bisa menjadikan kita berkembang menjadi besar lagi.
Karena bukannya Allah juga telah berfirman dalam QS: Ar-Ra'd Ayat 11, yang artinya:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia"

Jadi apakah kita akan menjadi kutu loncat atau tidak, itu terserah kepada masing-masing individu.


Cikarang,
29.06.2016

Wendi




Tuesday, June 28, 2016

Aktivitas Improvement Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Perusahaan

Perusahaan dalam menghadapi kompetisi global diharuskan memiliki strategi yang tepat. Salah satunya adalah langkah-langkah perbaikan disegala lini. Perbaikan ini tentunya tidak hanya dilakukan dari level pimpinan puncak saja, tetapi juga sampai level operator yang ada diperusahaan tersebut.

Improvement atau perbaikan, memang harus dimulai dari lingkungan kecil dari perusahaan tersebut, seperti lingkup section kemudian, departemen, divisi dan terakhir adalah perusahaan.

Edukasi, training dan kampanye-kampanye mengenai kegiatan perbaikan harus terus-menerus dilakukan sampai awareness atau kesadaran didapat setiap individu dalam perusahaan tersebut.

(Penulis sedang melakukan training terhadap Supervisor mengenai Improvement Activity)

 Training dilakukan terhadap para supervisor, karena dilevel ini lah yang akan bersentuhan langsung dengan masalah-masalah yang ada dilapangan. Dengan training ini diharapkan, para supervisor dapat mengerti apa saja item yang bisa dilakukan improvement atau perbaikan. Dari sini juga diharapkan mereka dapat mengedukasi para operator yang berada dibawah pengawasan mereka masing-masing.

( Sosialisasi kepada operator dilapangan)

Sosialisasi juga dilakukan kepada para operator dilapangan sebagai salah satu aktivitas kampanye mengenai kegiatan improvement yang dilakukan diperusahaan. 
Diharapkan dengan kegiatan ini, kinerja dari perusahaan akan semakin meningkat. Perbaikan dilakukan di segala bagian, dan dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. Niscaya akan didapat etos kerja yang tinggi, semangat kerja yang meningkat, dan ini akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan kedepannya.

Cikarang,
28.06.2016
Wendi




Wednesday, May 25, 2016

REVOLUSI MENTAL


Revolusi mental, merupakan salah satu hal yang ingin dilakukan oleh Presiden Jokowi. Tetapi apa sih sebenarnya yang dimaksud? kemudian kenapa hal ini diangkat oleh Jokowi?.

Revolusi adalah perubahan yang dilakukan dengan cepat. Jadi revolusi mental berarti, sebuah gerakan yang dilakukan untuk merubah mental yang saat ini ada dalam diri kita menjadi baik.

Kembali lagi pertanyaannya adalah, ada apa dengan mental kita saat ini? Tanpa kita sadari bahwa sebenarnya, saat ini kita mempunyai mental yang sakit. Kenapa sakit? untuk membuktikannya beberapa pertanyaan dibawah ini dapat sedikit membantu kita:

1. Saat naik motor di lampu merah, dalam kondisi sepi apakah kita berhenti?
2. Apakah kita merasa sangat menderita apabila diminta antri?
3. Saat mengendari motor saat kondisi biasanya tidak pernah ada polisi, apakah kita menggunakan helm?
4. Apakah kita selalu parkir ditempat yang seharusnya?

Pertanyaan diatas merupakan kondisi sehari-hari yang sering kita temui. dan biasanya kita selalu langgar, karena kita anggap hal yang lumrah. Kita merasa hal ini biasa saja, dan bukan merupakan sesuatu yang besar dampaknya. Kenapa bisa timbul anggapkan itu, iya karena dilakukan hampir oleh semua orang disekitar kita. Jadi ada anggapan sesuatu yang salah apabila dilakukan banyak orang akan menjadi kebenaran. 

Nah revolusi mental mental dapat kita mulai dari hal-hal tersebut diatas, dimulai dari diri kita sendiri, biarlah kita dianggap aneh, apabila kita selalu membiasakan antri, parkir ditempat yang sudah ditentukan, berhenti saat lampu merah, menyebarang dijembatan penyebrangan. dll.

dari hal yang kecil niscaya apabila kita lakukan terus menerus akan menjadi budaya dan kebiasaan kita. kebiasaan yang baik tentunya.

Jadi mulai sekarang mari kita lakukan revolusi mental disemua bidang dan kesempatan.

Salam,

25-05-2016


 



Wednesday, April 13, 2016

Planning

Tuesday, April 12, 2016

Penetapan Tujuan Organisasi



ORGANISASI

1.      Definisi
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat bagi orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-prasarana, data yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
     Definisi organisasi menurut beberapa ahli:
a.      James D. Mooney.
-         Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
b.      Chester I.Bernard.
-          Organisasi merupakan sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
c.       Stoner.
-       Organisasi adalah suatu pola hubungan antara orang-orang dibawah pengarahan atasan untuk mencapai tujuan bersama.
d.      Stepen P.Robbins
-      Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
2.      Tujuan Organisasi
Tujuan organisasi merupakan pernyataan tentang keadaan atau situasi yang tidak terdapat sekarang tetapi untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan-kegiatan organisasi. Tujuan umum ( tujuan strategic) yang dipilih akan menentukan kegiatan-kegiatan dan mengikat sumber daya untuk jangka waktu yang panjang. Tujuan khusus secara fungsional berdiri sendiri tetapi secara operasional terangkai dalam pemberian pedoman pencapaian tujuan organisasi.
  Berbagai fungsi tujuan antara lain:
1)  Pedoman bagi kegiatan, melalui penggambaran hasil akhir diwaktu yang akan datang. Memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus atau tidak dilakukan.
2) Sumber legitimasi, melalui pembenaran kegiatan-kegiatannya. Akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
3)  Standar pelaksanaan, memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi organisasi).
4)      Sumber otivasi, karena sering memberikan insentif bagi para anggotanya.
5)  Dasar rasional pengorganisasian, karena antara tujuan dan struktur organisasi saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.
3.      Tipe-tipe tujuan
Dalam proses pengorganisasian agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif, perlu menentapkan langkah-langkah tertentu sebagai petunjuk arah pelaksanaan kegiatan organisasi. Menurut C.Perrow, ada lima klasifikasi tujuan yang harus ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi, yaitu:
1) Tujuan kemasyarakatan ( Societal Goals ), artinya penentapan tujuan mengutamakan kepentingan masyarakat pada umumnya.
2)  Tujuan keluaran ( Output Goals). Penentapan tujuan diarahkan pada jenis-jenis kehidupan tertentu dalam bentuk berbagai fungsi konsumen, seperti barang-barang konsumen, jasa-jasa bisnis, pemeliharaan kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
3)  Tujuan sistem (System Goals), yaitu penentapan tujuan diarahkan pada fungsi organisasi, tidak tergantung pada barang atau jasa yang diproduksi atau tujuan ditetapkan semula.Penekanannya pada pertumbuhan, stabilitas, laba atau cara-cara pelaksanaan fungsi.
4)  Tujuan produksi ( Product Goals), yaitu penentapan tujuan ditekankan pada kualitas atau kuantitas, gaya, ketersediaan, kekhususan, keanekaragaman, atau pembaharuan produksi.
5) Tujuan turunan (Derived Goals), yaitu penetapan tujuan untuk meletakan kekuasaannya didalam usaha pencapaian tujuan-tujuan yang lain, misalnya politik, pelayanan masyarakat, pengembangan karyawan, kebijaksanaan-kebijaksanaan, dan investasi yang mempengaruhi ekonomi dan perkembangan masyarakat (dalam Abdul Syani,1987:63).
4.      Bidang-Bidang Tujuan
Peter Drucker mengidentifikasikan 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan:
1)      Posisi pasar.
Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar (market ) yang akan direbut. Bagian pasar yang paling baik ini dapat ditentukan melalui analisis pelanggan dan produk atau jasa, segmen pasar ( kelompok yang membeli produk atau jasa) dan saluran distribusi.
2)      Produktivitas / Efesiensi.
Adalah rasio antara masukan ( tenaga kerja, peralatan dan keuangan) dengan keluaran organisasi. Tujuan produktivitas dapat ditetapkan dalam beberapa bidang, mencakup metode-metode kerja, kemajuan mesin dan peralatan, dan peningkatan efisiensi karyawan.
3)      Sumber Daya Phisik dan Keuangan.
Tujuan harus ditetapkan dengan memperhatikan mesin dan peralatan serta penyediaan bahan baku.
4)      Probabilitas.
Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain, menyangkut penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan untuk inovasi kekuatan keuangan untuk mengganti mesin dan peralatan, dan pengupahan yang dibutuhkan untuk menarik personalia.
5)      Inovasi.
Ada kebutuhan terus-menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif. Walaupun sesuatu yang baru selalu mengandung resiko, tetapi juga mempunyai kemungkinan hasil yang tinggi.
6)      Prestasi dan Sikap Karyawan.
Karyawan operatif melaksanakan sebagian besar pekerjaan normal dan rutin disetiap organisasi.
7)     Prestasi dan Pengembangan Manajer.
Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif. Organisasi perlu menetapkan tujuan sehubungan dengan kualitas pelaksanaan manajemen dan untuk menjamin pengembangan para manajer disemua tingkatan.
 8)   Tanggungjawab Sosial dan Publik.
Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk menangani boikot publik.      
Kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatan pemerintah, kelompok-kelompok  
berkepentingan, dll.
5.      Perumusan Tujuan.
          Merupakan hasil usaha perpaduan untuk memuaskan semua pihak, atau himpunan berbagai tujuan individu dan organisasi. Tujuan ditentukan oleh proses tawar-menawar (bargaining) terus-menerus diantara berbagai pihak, yang semuanya bermaksud untuk menjamin bahwa kepentingan-kepentingan mereka disajikan dalam rumusan tujuan organisasi. 
          Hasil dari proses perumusan tujuan akan mencerminkan kekuasaan berbagai koalisi organisasi, dengan manajer biasanya sebagai pihak yang paling kuat. Para manajer dengan sistem nilai yang dimiliki hendaknya bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan terhadap jalannya organisasi dalam proses perumusan tujuan.
       Agar perumusan tujuan efektif, manajer perlu memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
·  Proses perumusan tujuan hendaknya melibatkan individu-individu yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan.
·       Manajer puncak sebagai perumus tujuan umum hendaknya bertanggungjawab untuk menurunkan tujuan-tujuan pada tingkatan-tingkatan lebih rendah.
·      Tujuan harus realistik, diselaraskan dengan lingkungan internal dan eksternal, baik sekarang maupun diwaktu yang akan datang.
·       Tujuan harus jelas, beralasan, dan bersifat menantang para anggota organisasi.
·   Tujuan-tujuan umum hendaknya dinyatkan secara sederhana agar mudah dipahami dan diingat oleh para pelaksanan.
·    Tujuan bidang fungsional organisasi harus konsisten dengan tujuan umum organisasi.
·      Manajemen harus selalu meninjau kembali tujuan yang telah ditetapkan, dan bila perlu merubah dan memperbaikinya sesuai perkembangan lingkungan.
             Tujuan organisasi tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemen saja, tetapi juga kepentingan pemegang saham yang menginginkan kenaikan deviden atau harga saham dipasar modal, para konsumen ingin memperoleh produk atau jasa dengan kualitas yang lebih baik pada harga yang wajar, para karyawan ingin mendapatkan konpensasi yang sesuai, masyarakat mengharapkan akan memperoleh berbagi manfaat untuk menaikan standar hidup mereka.

Reference
legalstudies71.blogspot.com
Jbptunikompp.gdl.wahyuputri-26353-6-unikom_w-i
http://id.wikipedia.org/wiki/organisasi