Wednesday, April 13, 2016

Planning

Tuesday, April 12, 2016

Penetapan Tujuan Organisasi



ORGANISASI

1.      Definisi
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat bagi orang-orang berkumpul, bekerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-prasarana, data yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
     Definisi organisasi menurut beberapa ahli:
a.      James D. Mooney.
-         Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
b.      Chester I.Bernard.
-          Organisasi merupakan sistem aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
c.       Stoner.
-       Organisasi adalah suatu pola hubungan antara orang-orang dibawah pengarahan atasan untuk mencapai tujuan bersama.
d.      Stepen P.Robbins
-      Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus-menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
2.      Tujuan Organisasi
Tujuan organisasi merupakan pernyataan tentang keadaan atau situasi yang tidak terdapat sekarang tetapi untuk dicapai diwaktu yang akan datang melalui kegiatan-kegiatan organisasi. Tujuan umum ( tujuan strategic) yang dipilih akan menentukan kegiatan-kegiatan dan mengikat sumber daya untuk jangka waktu yang panjang. Tujuan khusus secara fungsional berdiri sendiri tetapi secara operasional terangkai dalam pemberian pedoman pencapaian tujuan organisasi.
  Berbagai fungsi tujuan antara lain:
1)  Pedoman bagi kegiatan, melalui penggambaran hasil akhir diwaktu yang akan datang. Memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus atau tidak dilakukan.
2) Sumber legitimasi, melalui pembenaran kegiatan-kegiatannya. Akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
3)  Standar pelaksanaan, memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi organisasi).
4)      Sumber otivasi, karena sering memberikan insentif bagi para anggotanya.
5)  Dasar rasional pengorganisasian, karena antara tujuan dan struktur organisasi saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.
3.      Tipe-tipe tujuan
Dalam proses pengorganisasian agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif, perlu menentapkan langkah-langkah tertentu sebagai petunjuk arah pelaksanaan kegiatan organisasi. Menurut C.Perrow, ada lima klasifikasi tujuan yang harus ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi, yaitu:
1) Tujuan kemasyarakatan ( Societal Goals ), artinya penentapan tujuan mengutamakan kepentingan masyarakat pada umumnya.
2)  Tujuan keluaran ( Output Goals). Penentapan tujuan diarahkan pada jenis-jenis kehidupan tertentu dalam bentuk berbagai fungsi konsumen, seperti barang-barang konsumen, jasa-jasa bisnis, pemeliharaan kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
3)  Tujuan sistem (System Goals), yaitu penentapan tujuan diarahkan pada fungsi organisasi, tidak tergantung pada barang atau jasa yang diproduksi atau tujuan ditetapkan semula.Penekanannya pada pertumbuhan, stabilitas, laba atau cara-cara pelaksanaan fungsi.
4)  Tujuan produksi ( Product Goals), yaitu penentapan tujuan ditekankan pada kualitas atau kuantitas, gaya, ketersediaan, kekhususan, keanekaragaman, atau pembaharuan produksi.
5) Tujuan turunan (Derived Goals), yaitu penetapan tujuan untuk meletakan kekuasaannya didalam usaha pencapaian tujuan-tujuan yang lain, misalnya politik, pelayanan masyarakat, pengembangan karyawan, kebijaksanaan-kebijaksanaan, dan investasi yang mempengaruhi ekonomi dan perkembangan masyarakat (dalam Abdul Syani,1987:63).
4.      Bidang-Bidang Tujuan
Peter Drucker mengidentifikasikan 8 bidang pokok dimana perusahaan harus menetapkan tujuan:
1)      Posisi pasar.
Perusahaan harus menetapkan tujuan mengenai bagian pasar (market ) yang akan direbut. Bagian pasar yang paling baik ini dapat ditentukan melalui analisis pelanggan dan produk atau jasa, segmen pasar ( kelompok yang membeli produk atau jasa) dan saluran distribusi.
2)      Produktivitas / Efesiensi.
Adalah rasio antara masukan ( tenaga kerja, peralatan dan keuangan) dengan keluaran organisasi. Tujuan produktivitas dapat ditetapkan dalam beberapa bidang, mencakup metode-metode kerja, kemajuan mesin dan peralatan, dan peningkatan efisiensi karyawan.
3)      Sumber Daya Phisik dan Keuangan.
Tujuan harus ditetapkan dengan memperhatikan mesin dan peralatan serta penyediaan bahan baku.
4)      Probabilitas.
Tujuan-tujuan laba penting untuk mencapai tujuan-tujuan lain, menyangkut penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan untuk inovasi kekuatan keuangan untuk mengganti mesin dan peralatan, dan pengupahan yang dibutuhkan untuk menarik personalia.
5)      Inovasi.
Ada kebutuhan terus-menerus akan produk atau jasa baru dan inovatif. Walaupun sesuatu yang baru selalu mengandung resiko, tetapi juga mempunyai kemungkinan hasil yang tinggi.
6)      Prestasi dan Sikap Karyawan.
Karyawan operatif melaksanakan sebagian besar pekerjaan normal dan rutin disetiap organisasi.
7)     Prestasi dan Pengembangan Manajer.
Kelangsungan hidup banyak organisasi tergantung pada kekuatan manajemen yang inovatif. Organisasi perlu menetapkan tujuan sehubungan dengan kualitas pelaksanaan manajemen dan untuk menjamin pengembangan para manajer disemua tingkatan.
 8)   Tanggungjawab Sosial dan Publik.
Tujuan-tujuan ini ditetapkan perusahaan untuk menangani boikot publik.      
Kegiatan-kegiatan hukum, kegiatan-kegiatan pemerintah, kelompok-kelompok  
berkepentingan, dll.
5.      Perumusan Tujuan.
          Merupakan hasil usaha perpaduan untuk memuaskan semua pihak, atau himpunan berbagai tujuan individu dan organisasi. Tujuan ditentukan oleh proses tawar-menawar (bargaining) terus-menerus diantara berbagai pihak, yang semuanya bermaksud untuk menjamin bahwa kepentingan-kepentingan mereka disajikan dalam rumusan tujuan organisasi. 
          Hasil dari proses perumusan tujuan akan mencerminkan kekuasaan berbagai koalisi organisasi, dengan manajer biasanya sebagai pihak yang paling kuat. Para manajer dengan sistem nilai yang dimiliki hendaknya bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan terhadap jalannya organisasi dalam proses perumusan tujuan.
       Agar perumusan tujuan efektif, manajer perlu memperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
·  Proses perumusan tujuan hendaknya melibatkan individu-individu yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan.
·       Manajer puncak sebagai perumus tujuan umum hendaknya bertanggungjawab untuk menurunkan tujuan-tujuan pada tingkatan-tingkatan lebih rendah.
·      Tujuan harus realistik, diselaraskan dengan lingkungan internal dan eksternal, baik sekarang maupun diwaktu yang akan datang.
·       Tujuan harus jelas, beralasan, dan bersifat menantang para anggota organisasi.
·   Tujuan-tujuan umum hendaknya dinyatkan secara sederhana agar mudah dipahami dan diingat oleh para pelaksanan.
·    Tujuan bidang fungsional organisasi harus konsisten dengan tujuan umum organisasi.
·      Manajemen harus selalu meninjau kembali tujuan yang telah ditetapkan, dan bila perlu merubah dan memperbaikinya sesuai perkembangan lingkungan.
             Tujuan organisasi tidak terbatas pada pemenuhan kepentingan manajemen saja, tetapi juga kepentingan pemegang saham yang menginginkan kenaikan deviden atau harga saham dipasar modal, para konsumen ingin memperoleh produk atau jasa dengan kualitas yang lebih baik pada harga yang wajar, para karyawan ingin mendapatkan konpensasi yang sesuai, masyarakat mengharapkan akan memperoleh berbagi manfaat untuk menaikan standar hidup mereka.

Reference
legalstudies71.blogspot.com
Jbptunikompp.gdl.wahyuputri-26353-6-unikom_w-i
http://id.wikipedia.org/wiki/organisasi





Friday, April 8, 2016

Passion

Mau kemana pak? pertanyaan dari salah seorang member, melihat saya sudah berkemas untuk pulang, sebenarnya memang sudah jam pulang. Tetapi memang terkadang, hal ini menjadi sesuatu yang sangat mengherankan bagi mereka karena saya pulang cepat.  Iya benar sekarang seminggu sekali saya akan pulang lebih cepat daripada biasanya, tapi tentunya setelah jam pulang.

Sekarang saya mengajar di salah satu perguruan tinggi. Ini memang merupakan pengalaman pertama saya dalam mengajar dilingkungan akademis, karena sebagai seorang marketing saya biasa presentasi didepan customer atau didepan team marketing.

Keinginan untuk mengajar sudah lama saya rencanakan, tetapi hal tersebut baru terlaksana tahun ini. 

Entah mengapa, saya seperti memiliki energi yang sangat besar, saat saya berdiri di depan para mahasiswa menjelaskan pokok bahan-bahan yang diajarkan.

Apalagi disaat para mahasiswa saya memberikan feed back atau masukan berupa pertanyaan-pertanyaan kepada saya, hal tersebut seperti suplemen buat saya. Semangat untuk terus mengupgrade pengetahuan yang saya miliki.

Semangat, perasaan happy, yang saya alami disaat mengajar, disaat berhadapan dan menjawab pertanyaan dari para mahasiswa saya. Itu lah passion saya. Iya, passion saya adalah mengajar, menjadi seorang pendidik.



Cikarang,

08 Apr 2016