Thursday, June 30, 2016

Mudik sebuah tradisi yang selalu ditunggu setiap tahun

Mudik sebuah tradisi tahunan yang ada dimasyarakat kita. Jutaan orang akan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman agar mereka bisa kumpul bersama keluarga merayakan lebaran.


Semua orang rela bermacet-macet ria, bagi pemudik yang akan pulang menggunakan kendaraan pribadi. Dan bagi yang akan menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal laut dan pesawat terbang, sudah harus mulai mencari tiket diawal-awal puasa.
 
Persiapan mudik tidak hanya dilakukan oleh masyarakat saja, tetapi pemerintah juga turut serta dalam mempersiapan sarana dan infrastruktur yang akan digunakan. Jalan-jalan diperbaiki, publik transporatsi di cek kelayakannya. Tidak itu saja, prasarana pendukung lainnya juga mulai gencar melakukan promosi, seperti provider komunikasi banyak menawarkan paket-paket untuk mendukung komunikasi selama acara mudik berlangsung. Pokoknya semua pihak akan bahu-membahu mensukseskan tradisi mudik tahunan ini.

Dalam tradisi mudik , ada pesan yang tersirat didalamnya, bukan hanya masalah kemacetan, antrian panjang dan membludaknya pengunjung pasar dan mall yang ada.  Tetapi ada 3 pesan yang dapat kita ambil, yaitu:
  1. Mudik sebagai sebuah proses kembalinya seseorang yang selama ini  hidup dalam hiruk-pikuk kehidupan kota yang keras, kembali ke kehidupan kampung yang lebih bersahabat dan alami.
  2. Silaturahmi, yang merupakan sebuah rangkaian kegiatan dari kegiatan lebaran yang tidak dapat kita pisahkan. Dalam moment ini, kita akan melihat anak yang hilang bersimpuh dan sujud kepada kedua orang tuanya serasa memohon maaf atas segala kesalahan yang ada, suami-istri yang mungkin selama ini terpisah karena sesuatu dan lain hal, kan kembali menemukan jalinan kasih yang sempat renggang. Keluarga, tetangga dan teman-teman kerja, bersalaman dan bermaaf-maafpan setelah setahun tanpa kita sadari telah berkompetisi atau bahkan tidak bertegur sapa satu sama lain hanya karena hal-hal yang sepele. Moment lebaran ini memang sangat tepat untuk mempebaiki semuanya.
  3. Ziarah. mengunjungi makam orang tua, mendoakannya, serta sebagai bahan renungan tentang kejadian-kejadian yang sudah terjadi selama ini. 
 
 
Jadi, untuk alasan itu semua, mudiklah, hati-hati dijalan, dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan.


Cikarang, 
30.06.2016

Wendi




 
 




0 comments:

Post a Comment